Kamis, 01 Oktober 2015

Rutinitas membunuh Kreatifitas?


Merefleksi dari sekian banyak pekerjaan, ada sebagian orang yang memiliki pekerjaan yang bersifat rutin dan monoton. Disadari atau tidak, pekerjaan seperti ini termasuk dalam daftar pembunuh kreatifitas seseorang.

Bagi kita yang setiap hari mengerjakan hal yang sama tentu akan membuat jenuh, untuk menghilangkan kejenuhan itu biasanya diselingi dengan ngemil, mendengarkan musik, ngobrol, atau nonton film. Jika anda termasuk orang-orang yang menghilangkan kejenuhan dengan aktifitas itu, ketahuilah bahwa anda termasuk orang yang rugi karena anda tidak menggunakan waktu tersebut untuk aktivitas yang produktif, meskipun aktivitas itu menghilangkan rasa jenuh anda.

Kita tidak sedang berbicara bagaimana memanfaatkan waktu, tapi yang sedang kita bicarakan adalah bagaimana mendayagunakan potensi yang kita miliki agar lebih bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, atau organisasi tempat kita bekerja.

“Google” yang saat ini bukan hanya sekedar “search engine” mampu berinovasi sedemikian rupa karena karyawannya mendayagunakan potensi yang mereka miliki. Lewat eksperimen (baca:iseng-iseng) karyawannya, lahirlah google docs, google drive, dst.

Selanjutnya, orang yang mengerjakan hal yang sama secara berulang-ulang dalam waktu yang lama akan menjadi sangat mahir dalam mengerjakan hal tersebut. hal ini akan menyebabkan seseorang merasa puas dengan hasil pekerjaannya dan tidak berusaha meningkatkan kualitas pekerjaannya.
Dan yang lebih akut lagi, apabila seseorang sampai menutup diri dari masukan/kritik orang lain tentang pekerjaan lantaran merasa paling mahir dan pali benar.

Jika anda termasuk orang yang seperti itu, ketahuilah bahwa anda sedang menjadikan diri anda bodoh karena tidak mau melakukan inovasi dan mengembangkan kreatifitas pada pekerjaan anda. Pemikiran seperti itu akan membuat dunia menjadi sempit, sehingga kita malas mencari tahu dan terus belajar.

Jadi, tungu apalagi. Keluarlah dari lingkaran nyaman anda dan upgrade kualitas anda mulai sekarang. Contoh mudahnya dengan menulis sesuatu, membaca, menyusun planning karier, atau melakukan hobi.(si Moengil)