Merefleksi dari sekian banyak
pekerjaan, ada sebagian orang yang memiliki pekerjaan yang bersifat rutin dan
monoton. Disadari atau tidak, pekerjaan seperti ini termasuk dalam daftar
pembunuh kreatifitas seseorang.
Bagi kita yang setiap hari
mengerjakan hal yang sama tentu akan membuat jenuh, untuk menghilangkan
kejenuhan itu biasanya diselingi dengan ngemil, mendengarkan musik, ngobrol,
atau nonton film. Jika anda termasuk orang-orang yang menghilangkan kejenuhan
dengan aktifitas itu, ketahuilah bahwa anda termasuk orang yang rugi karena
anda tidak menggunakan waktu tersebut untuk aktivitas yang produktif, meskipun aktivitas
itu menghilangkan rasa jenuh anda.
Kita tidak sedang berbicara
bagaimana memanfaatkan waktu, tapi yang sedang kita bicarakan adalah bagaimana
mendayagunakan potensi yang kita miliki agar lebih bermanfaat bagi diri
sendiri, orang lain, atau organisasi tempat kita bekerja.
“Google” yang saat ini bukan hanya
sekedar “search engine” mampu
berinovasi sedemikian rupa karena karyawannya mendayagunakan potensi yang
mereka miliki. Lewat eksperimen (baca:iseng-iseng) karyawannya, lahirlah google
docs, google drive, dst.
Selanjutnya, orang yang mengerjakan
hal yang sama secara berulang-ulang dalam waktu yang lama akan menjadi sangat
mahir dalam mengerjakan hal tersebut. hal ini akan menyebabkan seseorang merasa
puas dengan hasil pekerjaannya dan tidak berusaha meningkatkan kualitas
pekerjaannya.
Dan yang lebih akut lagi, apabila
seseorang sampai menutup diri dari masukan/kritik orang lain tentang pekerjaan
lantaran merasa paling mahir dan pali benar.
Jika anda termasuk orang yang
seperti itu, ketahuilah bahwa anda sedang menjadikan diri anda bodoh karena
tidak mau melakukan inovasi dan mengembangkan kreatifitas pada pekerjaan anda.
Pemikiran seperti itu akan membuat dunia menjadi sempit, sehingga kita malas
mencari tahu dan terus belajar.