Senin, 28 Januari 2013

bahagia = syukur

"Bangunlah sikap syukur dan syukurilah
atas segala sesuatu yang terjadi pada
diri Anda, melangkah ke depan untuk
menerima sesuatu yang lebih besar dan
lebih baik dari situasi Anda sekarang"
- Brian Tracy

Dear Muhammad,

Jika Anda sedang sulit tidur,
ingatlah pada orang-orang tunawisma
yang tidak tidur di tempat tidur
empuk dan tak berselimut.

Jika Anda terjebak dalam kemacetan,
jangan kesal. Masih banyak orang yang
terpaksa menarik gerobak sampah yang
berat dengan berjalan kaki menuju
tempat pembuangan sampah.

Jika Anda sedang mengalami hari yang
mengesalkan di kantor, pikirkanlah
orang-orang di luar sana yang masih
belum mendapatkan pekerjaan.

Jika Anda sedang sedih dan kecewa
karena hubungan cinta Anda sedang
memburuk, pikirkanlah mengenai orang
yang tidak tahu seperti apa rasanya
mencintai dan dicintai.

Jika Anda mengeluh tidak punya sepatu
baru, pikirkanlah orang-orang yang
tidak memiliki kaki.

Jika Anda menemukan uban saat Anda
bercermin, pikirkanlah pasien kanker
yang dikemoterapi yang berharap
rambutnya tetap utuh.

Jika Anda mengeluh negeri ini tidak
banyak memberi untuk Anda,
pikirkanlah negara lain yang saat ini
sedang dilanda peperangan dan
kelaparan.

Jika mobil Anda mogok dan Anda harus
berjalan berkilo-kilo untuk mencari
bantuan, pikirkanlah orang cacat yang
ingin sekali berjalan seperti Anda.

Bersyukurlah Muhammad atas apapun situasi
yang Anda alami dan berikan makna
syukur untuk segala situasi yang Anda
hadapi.

by: Anne Ahira

Senin, 21 Januari 2013

Tidak ada tinggi kalau tidak ada rendah

"Pemimpin sejati melayani. Melayani
orang-orang. Melayani minat terbaik
mereka. Dalam memimpin, mereka tidak
selalu bertindak populer, dan tidak
juga selalu mengesankan. Tetapi
pemimpin sejati selalu dimotivasi
oleh kepedulian kasih dibandingkan
hasrat kejayaan pribadi dan mereka
pun bersedia membayar harganya" -
Eugene B. Habecker

Dear Muhammad pemimpin yang baik,

Memimpin yang efektif bukanlah
mengenai bagaimana memerintah anak
buah. Semua orang pun bisa melakukan
hal itu jika diberi kekuasaan.

Memimpin yang efektif adalah sebuah
seni melayani. Pemimpin yang memiliki
banyak pengikut adalah pemimpin yang
melayani.

Menurut pakar kepemimpinan John C.
Maxwell, untuk menjadi orang besar
kita harus mau menjadi yang paling
kecil dan juga pelayan bagi orang
lain.

Layanilah orang lain dengan melakukan
apa yang kita minta lakukan pada
orang lain. Bersedia menyingsingkan
lengan baju kita untuk bekerja.
Otomatis Anda akan menjadi contoh
bagi karyawan atau pengikut Anda.

Dengarkan aspirasi karyawan Anda dan
berempatilah pada mereka. Empati Anda
akan menimbulkan rasa hormat mereka
terhadap Anda, serta memberikan
pertumbuhan pada diri Anda dan
pengikut Anda.

Jadilah mentor mereka. Menjadi mentor
adalah bagaimana kita mengubah
seseorang menjadi seseorang yang
lebih baik lagi.

Fokuslah juga pada solusi
permasalahan, bukan pada kesalahan
karyawan Anda. Formulasikan rencana
tindakan Anda untuk mengatasinya.

Jika Anda ingin menjadi pemimpin pada
tingkat tertinggi, bersedialah
melayani orang yang paling rendah.

Kamis, 10 Januari 2013

Untukmu, Hai wanita nan cantik


Kamu memang cantik, kamu memang menawan, kamu memang indah tuk dipandang, dan kamu berhasil membuat hatiku sempat tunduk kepadamu. Tapi ketika hati bertanya kepada hati, wanita seperti apa yang sebenarnya aku inginkan, maka bukan namamu yang disebut, bukan wajahmu yang terbayang, bukan suaramu yang ku dengar, bukan senyumanmu yang kulihat, dan bukan pula perangai indahmu yang menyapaku. Tapi dia, pribadi wanita yang aku rindukan. Di mana tiada pernah dia menatap mataku, tiada pernah ku dengar suaranya, dan tiada pernah dia berada dekat denganku. Itulah pribadi wanita yang ku damba untuk mendidik anak-anakku kelak. Mencetak mujahid dan mujahidah di masa depan. Menjadi bidadarinya bidadari kelak disurga, seperti yang dijanjikan baginda nabi dalam sabdanya.
Hai wanita berperangai cantik, yang ketika ku pandang wajahmu maka bergetarlah hatiku. Ku sampaikan bahwa aku memang menyukaimu, tapi cukuplah sampai di sini rasa sayang itu aku curahkan untukmu. Karena aku ingin serahkan segenap rasa sayang ini pada tuhanku, biarlah dia yang memilihkan wanita yang akan beribadah besamaku. Dia yang akan menemaniku menapaki jalan suci menemui Allah SWT di singgasananya. Dan untukmu, aku doakan semoga pribadimu kan menjadi cantik seperti perangaimu. Dan semoga hatimu kan menjadi putih, seputih wajahmu.
Memang tak mudah untukku melupakan begitu saja perasaan yang telah merekah dalam hati ini. Tapi, biarlah sisa-sisa rasa itu menjadi harapan untukku. Semoga kelak, kau bisa berubah menjadi wanita berperangai cantik dengan pribadi yang sholehah. Bukan maksudku mangatakanmu wanita yang tidak baik. Siapun orang yang ditanya tentang dirimu, setiap dari mereka akan berkata kau wanita baik-baik. Pun padaku, ku katakan kau wanita yang baik bahkan dibandingkan dengan sebagain besar wanita yang lain yang  ku kenal. Dan bukan pula berarti aku lebih baik darimu. Tapi mungkin, kau yang saat ini belum sepaham dan sejalan dengan orientasi hidupku. Dan aku, belum bisa menerima itu ada pada dirimu.
Hai wanita yang aku rindukan menjadi penegak syariat dalam bahtera rumah tangga yang kelak akan kita bangun, aku tak pernah tau siapa dirimu dan kamu tak pernah tau siapa aku. Tapi aku selalu yakin bahwa cinta kita kepada Allahlah yang akan mempertemukan kita. Majlis-majlis Allahlah tempat kita bertemu, dan atas dasar mengabdi kepada Allah SWT, kita mengikat janji suci menyempurnakan separuh agama. Saat ini, aku tengah berusaha memantaskan diri untuk bersanding denganmu, untuk menjadi imam yang baik bagi keluarga kita. Dan aku yakin kau pun terus belajar tuk menjadi wanita sholehah demi generasi mujahid dan mujahidah kita.
Hai wanita yang berkalung kehormatan dari rasulnya, aku tahu cita-cita kita bukanlah hal yang mudah untuk digapai. Tapi aku selalu yakin bahwa Allah SWT akan menolong setiap hambanya yang berjuang demi agamanya. Dan ku berharap kau pun siap dan mau meyakinkan hati bahwa kita mampu mencapainya.
Akhirnya ku katakan kepadamu hai wanita berparas cantik, masih tersisa rasa sayang untukmu dalam hati ini yang terus berdoa agar kau menjadi wanita yang ku rindukan untuk menjadi teman sehidup dan sematiku dan ku bulatkan sayang itu menjadi cinta yang utuh tanpa kurang sedikitpun atas dasar beribadah kepada Allah SWT. [M. Sandi]

Senin, 07 Januari 2013

Pikir Lagi

"Berpikirlah seperti ratu. Ratu tidak
takut gagal. Kegagalan adalah batu
loncatan lain untuk keberhasilan" -
Oprah Winfrey

Dear Muhammad,

Saat Anda mengalami masa-masa sulit,
memang susah menjaga pola pikir untuk
tetap positif dan mencegah hati
merasa sebagai seorang pecundang.

Tetapi dengan mengingat lagi
kisah-kisah orang besar, bisa
dipastikan setiap orang yang berhasil
pasti pernah gagal. Tetapi mereka
tidak pernah menganggap dirinya
sebagai orang gagal.

Wolfgang Mozart, misalnya, salah satu
pencipta musik genius pernah dikritik
oleh Kaisar Ferdinand yang menganggap
operanya berjudul The Marriage of
Vigaro "terlalu bising" dan
mengandung "terlalu banyak not".

Pelukis Vincent van Gogh yang
lukisannya mencapai rekor tertinggi
dalam nilai penjualan, hanya berhasil
menjual satu lukisan selama seumur
hidupnya.

Mantan presiden Amerika Serikat,
Abraham Lincoln pun punya daftar
panjang kegagalan. Gagal dalam
bisnis, berulang kali juga gagal
terpilih menjadi anggota kongres dan
senat. Hingga pada akhirnya, di tahun
1860 ia terpilih sebagai presiden
ke-16 Amerika Serikat dan menjadi
salah satu presiden tersukses dalam
sejarah negara itu.

Pada akhirnya, tidak jadi masalah,
kapan dan di mana Anda pernah gagal
atau berapa banyak kesalahan yang
Anda buat. Saat menghadapi semua
kesulitan, penolakan dan kegagalan
itu, tetaplah percaya diri dan
MENOLAK menganggap diri sebagai
orang gagal.