Selasa, 26 Maret 2013

Arti Menghormati

Assalamu'alaikum, sobat...alhamdulillah bisa berbagi lagi lewat postingan kali ini, semoga sobat semua selalu dalam lindungan dan hidayah Allah SWT.

sobat, saya mau berbicara sedikit tentang hormat-menghormati.

Iseng-iseng hari ini saya main ke taman makam pahlawan di kalibata, sebagai salah satu bentuk kegiatan ulang tahun organisasi. disitu saya melihat setiap yang hendak masuk dan pergi, lebih dahulu hormat menghadap pemakaman. tapi, ketika melihat itu saya berpikir, apakah ini bentuk sebuah penghormatan untuk para pahlawan itu? apakah setelah keluar dari sini mereka akan bekerja layaknya para syuhada itu? apakah mereka akan bertekad untuk mencapai NKRI yang merdeka layaknya mereka yang telah di dalam kubur? akankah mereka merenung, berpikir, dan bertindak semata-mata untuk rakyat indonesia? apakah mereka rela menanggalkan jabatan dan mengorbankan seluruh harta mereka untuk NKRI dan bangsanya layaknya para pahlawan bangsa itu? apakah mereka rela tidak tidur nyenyak setiap malam? apakah mereka rela menolak sanjungan, eksistensi, dan pelayanan yang ditawarkan layaknya pahlawan yang berjuang tanpa jasa?

Dan, apakah mereka yang jasadnya sudah dikubur itu ikhlas melihat kondisi negara saat ini? bagaimanakah expresi leluhur kita melihat NKRI yang carut marut ini? sepuluh besar negara terkorup!! pernahkah kita berpikir seperti itu?
 
Sobat, menghormati itu tidak dilambangkan dengan sikap menunduk atau sikap hormat ketika apel bendera. menghormati itu menghargai, menghargai orangnya, menghargai jasa-jasanya dan tidak mengecewakannya. kita sebagai generasi muda bangsa ini, Yok!! sama-sama kita perbaiki negara ini dimulai dari diri sendiri. bangun, bentuk, jadikan diri kita sebagai pemegang tongkat estafet perjuangan pahlawan negeri ini selanjutnya, bukan menjadi penikmat apa yang sudah dicapai oleh pahlawan negeri ini.

Sobat, tidak usah berpikir terlalu jauh akan gambaran negeri ini. yang jelas, saya yakin, ketika setiap diri kita mengarahkan diri kita sendiri, membentuk diri sendiri, berjanji pada diri sendiri untuk menjadi generasi pengubah, bukan sekedar generasi penerus apalagi generasi penikmat dan pengkhianat!! maka NKRI akan mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya. jangan mau kalah dengan keadaan saat ini yang membuat kita begitu pesimis. pandanglah, seperti apa dulu pahlawan kita memandang kemerdekaan. mereka percaya dan tidak pernah ragu. pengorbanan, keringat, penderitaan, merupakan hal yang wajar kita temui ditengah perjalanan nanti. Ayo kawan, mulailah dari diri sendiri. hanya diri sendiri. pelajar, maka belajarlah dengan tekun. pegawai, buruh, sopir, atau apapun itu, bekerjalah dengan jujur dan penuh dedikasi.

sekian dulu, semoga bermanfaat...
Wassalam...

Jumat, 22 Maret 2013

Tentang Arti Hidup

Assalamu'alaikum, sobat...

berusaha mengawali pagi dengan berbagi, sebenernya tulisan ini lanjutan dari posting yang sebelumnya, nyok kita dalemin lagi tentang hidup yang fana ini,

okeh deh kawan, setiap kita tentu punya target, cita, dan asa. setiap waktu yang kita punya, bakal kita gunain untuk mencapai itu semua. tapi sobat, pernah kah kita merasa jenuh dengan kesibukan kita setiap hari itu? atau bagi seseorang yang sudah mencapai impiannya, ada saatnya mereka akan bertanya, 'sebetunya hidup ini untuk apa?' semua udah didapat. harta, tahta, isteri, anak-anak, semua yang didambakan dahulu sekarang sudah terpenuhi. apa lagi yang dikejar?

ketika pertanyaan itu datang, bagi mereka yang berpikir based on duniawi, akan mencari pemuasan yang lain. setelah sepeda, pingin motor, terus mobil, dari mobil yang biasa sampe yang mewah, rumah, kapal pesiar pribadi, dan seterusnya. itulah kalau orientasi hidup kita dunia. tapi, apakah hidup ini akan mencapai kepuasannya? rasanya tidak.

sekarang, mari kita tanya pada diri kita sendiri, apa sebenarnya hidup itu. analoginya seperti ini, sebuah benda, katakanlah kampak. kampak akan berarti ketika dia berguna, maka pertanyaannya akan menjadi 'untuk apa kampak itu?' layaknya kampak, Tuhan menciptakan manusia juga demikian. maka pertanyannya adalah untuk apa manusia hidup? QS. Al-Baqarah dengan jelas menjawab pertanyaan itu. yup! khalifah di bumi. lalu apa seterusnya, tentunya untuk memberikan rahmatan lil alamin.

Nah, sobat. sampai di sini udah mulai real tentang makna hidup. tapi, rasanya belum cukup. sekarang, saya sederhanakan lagi kata 'khalifah' menjadi individu atau pribadi kita masing-masing. maka, pertanyaannya adalah untuk apa kita diciptakan? untuk apa kita hidup? pertanyaan itu akan membawa kita pada makna hidup ini. ketika kita mengetahuo maknanya, maka baru kita bisa bersyukur karena kita tahu untuk apa kita diciptakan di muka bumi.

sekarang, lihatlah siapa anda sekarang. mahasiswa? siswa SMA? tukang cukur? tukang becak? atau siapapun dan apapun pekerjaan anda. kemudian merenunglah dan carilah makna dibalik kondisi kehidupan anda sekarang. saya coba kasih contoh, contoh ini saya dapat dari seorang trainer, cerita tentang seorang penjaga pintu tol. apa sih yang hebat dari seorang penjaga pintu tol? apa sih yang bisa dibanggain dari pekerjaan sebagai seorang pintu tol? lantas, bagaimana bisa seseorang yang bekerja sebagai pintu tol bisa bahagia? bisa senyum sepanjang hari?

kawan, ini nyata. ada seorang bapak penjaga pintu tol, senantiasa memberikan senyum kepada setiap pengguna mobil yang lewat pintu itu. apa alasannya, ketika ditanya, si bapak menjawab. 'ketika saya memberikan selembar karcis, saya membayangkan, semua orang yang lwat pintu saya bisa selamat sampai tujuan, bertemu keluarga, isteri, dan anak-anak mereka. mereka bertemu dan bahagia' itulah jawaban si Bapak.

sekarang, pertanyaannya adalah untuk apa anda diberikan kondisi seperti saat ini oleh Allah? jika anda sudah menemukan jawabannya, saya ucapkan selamat. maka bersiaplah menjadi orang yang senantiasa bersyukur. kawan, sekecil apapun ketika keberadaan kita bermanfaat bagi orang lain, maka saat itulah hidup kita bermakna. dan itulah makna hidup yang sebenarnya. tatkala hal-hal duniawi tak kunjung memberikan kepuasan, maka ingat saat itu. saat orang lain tersenyum atas bantuan yang kita berikan. bukankah saat seperti itu yang memberikan rasa puas?

seorang ayah, memaknai hidup ketika bisa menafkahi anak dan isterinya. seorang ibu memaknai hidup ketika bisa mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan baik. seoranga anak, memaknai hidup dengan berbakti kepada kedua orang tuanya. sekarang, apa posisi anda dan apa makna hidup anda?

hanya anda yang tahu jawabannya,

segitu dulu, aja...
semoga bermanfaat

wassalam...

Kamis, 21 Maret 2013

Protokol(catatan kuliah ajah)

protokol adalah urutan langkah-langkah yang melibatkan 2 pihak atau lebih untuk menyelesaikan suatu perkerjaan.

prosedur memasak bukan protokol, tapi kalo udah sampe gmn menghidanghan utk tamu sampai di makan tamu itu baru bisa disebut protokol.

protokol punya karakteristik yang harus dipenuhi:
- established in advance
 setiap orang yang terlibat mengetahui protokol tsb dan semua step-stepnya sebelum di implementasikan.
- mutually subscribed
setiap orang yang terlibat harus menyetujui protokol tsb.
- unambiguous
tidak ada step yang ambigu, semuanya jelas.
- complete
sebuah protokol harus lengkap. dari awal mulai sampai selesai.

perlu di lihat juga karakteristik dari jenis kegiatan yang protokolnya akan dibuat

contoh protokol:
1. rekening bersama
2. protokol pelelangan
- pembukaan lelang
- registrasi
- transaksi lelang
- pembukaan nilai penawaran
- penentuan pemenang

teknik kriptografi
- enkripsi
- ds (digital signature)
- fungsi hash
- time-stamps
- PBE (password based enkripstion)

Siapa, Dimana, Kemana?

Assalamu'alaikum sobat,
apa kabarnya teman-teman sekalian?

Berawal dari keinginan untuk berbagi, saya tulis artikel ini. semoga ada manfaatnya...

Manusia, Allah menciptakan manusia dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. saya, anda, apakah jawaban yang akan kita berikan ketika ada pertanyaan, "apa yang anda cari dalam hidup ini?"
mungkin kita akan memicingkan mata dan berpikir untuk menjawabnya. saya yakin, setiap orang akan memberikan jawaban yang berbeda-beda, atau bahkan ada yang menggeleng-gelengkan kepala lantaran tidak tahu. nah inilah yang berbahaya kawan, kalo begitu untuk apa tenaga, harta dan waktu yang sudah kita keluarkan? bukankah menjadi sia-sia?

Kawan, apapun jawabannya, beragam apapun dan sebanyak apapun jawabannya, semuanya akan berlabuh pada satu kata "kebahagiaan". ya hanya itu yang kita cari, tidak ada yang lain. pertanyaannya, bagaimana kita mendapatkan kebahagiaan itu?

Sebagian besar akan menjawab, dengan memiliki banyak uang seseorang akan bahagia, dengan memiliki jabatan seseorang akan bahagia, dengan memiliki isteri cantik seseorang akan bahagia, dengan mendapatkan pengakuan seseorang akan bahagia, dengan mendapatkan prestasi yang tinggi akan bahagia, dengan meraih cita-cita orang akan bahagia, dan sederet jawab yang lainnya. jika itu yang membuat kita bahagia, maka silahkan pikirkan lagi. apa benar begitu?

Kawan, semua yang sudah saya tuliskan itu adalah kebahagiaan yang sifatnya semu alias sementara. sebab, manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. bukankah begitu? lalu kebahagiaan yang seperti apa yang nyata? yang tahu jawabannya adalah diri kita sendiri.

Kenapa saya katakan demikian, karena yang mengetahui kapan seseorang merasa sangat bahagia adalah orang itu sendiri. namun, satu hal yang pasti, "khoirunnas anfa'uhum linnas" sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lain. pada intinya saya menemukan bahwa yang membuat saya bahagia ketika keberadaan saya di suatu tempat bermanfaat bagi orang-orang di tempat itu. itulah kebahagiaan saya, dan saya bisa menemukan kebahagiaan itu dibanyak tempat, dibanyak waktu.

Jadi ketika saya ditanya, siapa saya? maka saya menjawab 'saya hamba Tuhan' dimana dan mau kemana saya? maka saya menjawab 'saat ini saya berada di dunia yang fana dan akan menuju akhirat yang kekal. dimana pada keduanya saya mencari kebahagiaan'. kapan saya merasa bahagia? 'ketika keberadaan saya bermanfaat untuk orang lain.' maka, saya akan melakukan apapun yang bermanfaat untuk orang lain.

Kalau seseorang sudah berpikiran seperti itu, apa ada orang yang merasa hidupnya tidak bahagia? seyogyanya tidak, bahkan seorang tukang sapu di jalan pun akan dengan senang hati dan ikhlas mengerjakan pekerjannya karena ia tahu apa yang ia lakukan dapat menjaga kenyamanan dan kebersihan kota. bukankah begitu?

Seorang penjual pulsa eceran, akan merasa puas ketika ia tahu bahwa pulsa yang dijual bisa menyambung hubungan seorang anak yang berada jauh dari sang ibu, Si anak merasa senang dan Si ibu merasa tenang. bukankah itu arti hidup yang sebenarnya? ketika hidup kita berarti untuk hidup orang lain.

"kita baru benar-benar ada ketika keberadaan kita berguna untuk orang lain" (M. Sandi)

Semoga bermanfaat,
Wassalam...